Pemasaran yang baik selalu beranjak dari kemampuan kita mengenali pelanggan atau konsumen dengan baik, begitupun dengan pemasaran digital (digital marketing).

Rencana pemasaran digital bisa saja ditujukan untuk memikat ribuan atau bahkan jutaan orang, atau pengelola usaha di sektor tertentu; apapun itu, kita harus paham betul karakteristik dan kebutuhan orang atau bisnis yang disasar. Terkait hal itu, ada sebuah istilah yang biasa disebut participant print (partisipan).

Dalam pemasaran digital, participant print merupakan konsep menempatkan sasaran pasar bukan sekadar sebagai penerima pesan, tapi juga peserta yang bisa berperan aktif pada aktivitas pemasaran perusahaan. Fenomena ini terjadi karena pelanggan dan konsumen (media digital) memiliki kebebasan dalam menggunakan media baru untuk merespon dan membangun kontennya sendiri. Mereka ibarat lembaga komunikasi perorangan, yang mewakili dirinya sendiri.

Maka itu perlu dirancang strategi berbasis participant print tadi. Berikut tahapannya:

Perencanaan dimulai dengan fokus pada pelanggan dan konsumen yang memiliki interaksi langsung dengan perusahaan melalui pemasaran digital.

Ada perbedaan yang kontras di antara konsep peserta partisipan dalam pemasaran digital, yaitu penekanan pada bagaimana interaksi dapat dilakukan antar perusahaan dengan partisipan, sementara dalam pemasaran tradisional tidak ada penekanan tersebut.

Untuk mempermudah, perencanaan strategi dapat dimulai dengan menjawab beberapa pertanyaan kunci: “Apa yang diketahui partisipan tentang perusahaan?” dan “Apa tujuan utama perusahaan?”

Melihat konsep tersebut, keberadaan partisipan dalam strategi pemasaran digital telah memposisikan keberadaan pelanggan dan konsumen menjadi kabur dan memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Fenomena ini terjadi karena perilaku partisipan dalam hal mengakses dan menggunakan media baru yang syarat interaksi dan memiliki kemampuan membangun konten sendiri; menjadi penghasil konten dan mendistribusikannya di antara sesama mereka.

Firma komunikasi Ogilvy & Mather merancang sebuah model bernama costumer print (istilah khas Ogilvy & Mather dari participant print) untuk menangkap esensi dari sekelompok orang yang terdiri dari konsumen dan pelanggan dari perusahaan. Partisipan harus dibangun atas pelanggan dan konsumen yang ada, atau didefinisikan sebagai target pasar dalam konteks saluran digital.

Untuk hal itu, ada beberapa elemen kunci yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Profil umum partisipan. Perusahaan perlu melakukan pemetaan terhadap partisipan. Meliputi tentang informasi umum pelanggan dan konsumen perusahaan (demografi, perilaku transaksional —pola transaksi pembelian konsumen—, dan tingkat respon terhadap promosi dan kegiatan pemasaran sebelumnya).
  2. Strategi memperoleh data. Perusahaan juga harus merancang bagaimana memperoleh data perilaku dan gaya hidup partisipan untuk membantu memahami aspek psikografis. Respon dari partisipan juga penting untuk diketahui; bagaimana mereka berinteraksi dengan produk dan wawasannya tentang perusahaan; selain itu juga dapat mengidentifikasi terminologi yang mereka gunakan. Informasi ini menjadi penting untuk penentuan strategi pemasaran digital seperti search engine optimization (SEO) dan search engine marketing (SEM).
  3. Profil digital. Untuk memahami profil digital, perusahaan harus mampu mengungkap dan memahami kebiasaan pengguna media digital. Pada posisi ini perusahaan harus memiliki fokus pada pelanggan dan konsumen sebagai pengguna media digital. Untuk itu perusahaan harus mencari tahu saluran digital apa yang pelanggan gunakan, situs atau website apa saja yang mereka gunakan, jenis perangkat digital yang dimiliki, tren digital yang ada pada komunitas mereka (misalnya, adanya peningkatan keinginan mereka untuk menerima podcast). Informasi ini akan memberi gambaran bagaimana sikap pelanggan terhadap saluran digital dan keputusan konten. Dan yang harus menjadi catatan adalah kebiasaan penggunaan digital dapat berubah dengan cepat sesuai dengan karakteristiknya yang dinamis.
  4. Untuk preferensi konsumsi konten, konten digital memiliki kebebasan dalam salurannya. Untuk itu memahami konten dari partisipan menjadi penting untuk diketahui agar strategi konten yang direncanakan dapat terkirim dengan mekanisme yang benar. Jika perusahaan tidak memberikan batasan yang jelas terhadap konten yang menjadi ketertarikan peserta partisipan, maka perusahaan mengambil risiko untuk dilewati partisipan pengguna media digital.
  5. Lalu, masih terkait profil digital, partisipan mencakup pencipta konten pelanggan atau calon pelanggan. Untuk mencapai tahap ini strategi pemasaran digital harus dapat menghasilkan beberapa informasi penting tentang peserta partisipan yang aktif dalam interaksi digital. Melalui konten yang ditawarkan diharapkan peserta partisipan ikut serta berpartisipasi sehingga konten dapat bergulir membentuk viral pada media digital. Untuk langkah awal perusahaan bisa menggunakan peran buzzer untuk menggulirkan konten pemasaran digital melalui saluran yang ada seperti blog atau jejaring media lainnya.
  6. Profil individual. Pada tahap terakhir perusahaan perlu memahami profil individu dengan melakukan pelacakan melalui database pelanggan atau pelacakan aktivitas penggunaan website. Untuk itu perlu pembatasan segmentasi dari peserta partisipan . Idealnya, perusahaan harus memiliki data pembelian konsumen dan berbagi data penghasilan, sehingga perusahaan dapat mengidentifikasi nilai dan kemampuan pelanggan.

Setelah fase penentuan strategi untuk partisipan, selanjutnya perusahaan menetapkan tujuan dari strategi pemasaran digital.

Penetapan tujuan ini memiliki fungsi untuk mengetahui indikator kinerja utama atau biasa disebut key performance indicators (KPIs) strategi pemasaran digital perusahaan.

Terdapat dua hal utama dari tujuan pemasaran digital, yaitu:

  1. Pemasaran digital yang efektif dapat mendorong pertumbuhan bisnis, hasil, memperoleh pelanggan baru, meningkatkan penjualan, dan membangun loyalitas pelanggan.
  2. Dalam proses penentuan peserta partisipan, perusahaan telah mengidentifikasi beberapa masalah secara kualitatif untuk menjawab beberapa pertanyaan dalam strategi pemasaran digital. Dengan melibatkan persepsi konsumen serta informasi dari kebiasaan dan kebutuhan pelanggan dan konsumen, akan memudahkan proses pencapaian tujuan strategi pemasaran digital.
  3. Pengembangan dari tujuan strategi pemasaran digital perusahaan, yaitu:
  • Akuisisi pelanggan dan konsumen;
  • Membangun eksposur merek;
  • Meningkatkan pengetahuan produk/memperkenalkan produk baru;
  • Meningkatkan pelayanan pelanggan;
  • Memperjelas database partisipan;
  • Memberikan cakupan dan pengaruh dari aktivitas public relations;
  • Meningkatkan wawasan konsumen serta masukan dan saran dari pelanggan dan konsumen;
  • Meningkatkan aktivasi perusahaan, dan penjualan.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry