Topik ini mungkin terdengar agak membosankan, bahkan terkesan kuno.

Tapi menurut serial artikel blog profesor jurnalistik asal Amerika Serikat, Mindy McAdams, yang ia beri judul Reporter’s Guide to Multimedia Proficiency, kiat ini akan selalu relevan untuk diperhatikan.

Begini ujarannya:

Saya selalu bilang, bahwa mengelola dan menulis blog dengan komitmen, hingga melakukannya secara reguler dengan jadwal yang diikuti secara disiplin, akan membuat kita makin cerdas.

Menurutnya, keuntungan ngeblog untuk jurnalis yang merasa butuh mengembangkan wawasan dan skill-nya secara berkelanjutan, khususnya di media daring (online), adalah selalu memiliki dorongan untuk mencari tahu beragam informasi.

Profesor Mindy menyarankan agar kegiatan blogging ini dilakukan dengan komitmen kuat; karena, kegiatan ini sangat mudah membuat pelakunya bosan, dan akhirnya mengabaikan blog yang ia kelola.

“Padahal jika terus dilakukan secara teratur, bisa memicu koneksi antara pelakunya dengan semangat dan pengembangan yang unik; dan bahkan di luar antisipasi si pelaku,” ujarnya.

Ok, langsung saja, berikut ini panduan dari profesor Mindy McAdams:

Kunci memiliki blog adalah reaching out.

Blog sebaiknya tidak digunakan seperti buku harian atau diary yang lebih untuk diri sendiri, karena blog merupakan kendaraan mumpuni untuk berbagi pandangan, wawasan, dan informasi.

Perumpamaan dalam uraian Mindy, blog ibarat satu simpul dari jejaring raksasa, dengan pelakunya di balik setiap simpul itu.

Simpul secara alami sudah memiliki jalur untuk terhubung dengan simpul lain, seperti blog yang dasarnya sudah dilengkapi fitur untuk dilihat dan melihat.

Tapi fitur itu hanya akan berguna jika pelakunya memiliki cukup semangat untuk berbagi dan terhubung.

Maka ia memberikan dua kegiatan yang penting untuk dilakukan dalam pengelolaan blog:

  • Link out; atau menautkan konten kita dengan konten dari sumber lain. Hal ini membuka kemungkinan pelaku blog lain itu (dan mungkin juga pembacanya) menyadari kehadiran kita.
  • Comment to other people’s blogs; terutama yang isinya mengangkat topik serupa atau terkait dengan blog kita. Pada kolom komentar, tuliskan nama jelas dan alamat situs kita di tempat yang disediakan.

Tentukan tema dari pengalaman keseharian.

Memilih tema khusus untuk blog bisa dibilang susah-susah-gampang.

Ada yang sekejap saja langsung terpikir, ada juga yang memikirkannya berhari-hari sampai kemudian tidak jadi ngeblog karena sudah terlanjur malas.

Saran dari panduan profesor Mindy adalah mengambilnya dari pengalaman sehari-hari; sehingga tidak perlu upaya berlebihan untuk mencarinya, karena memang sudah dekat dengan kita.

Dalam panduan yang disusun dari artikel pada 2009 itu ia memberi beberapa contoh; hingga beberapa di antaranya sudah tidak aktif, tapi tetap menarik untuk referensi ide tema:

  • Multimedia Reporter; blog ini dikelola wartawan kawakan Ron Sylvester tentang hal-hal yang ia temui sehari-hari dalam pekerjaannya sebagai jurnalis. Mulai dari kisah saat peliputan, sampai skill baru yang ia pelajari.
  • Meranda Writes; blog dari wartawan (yang saat itu masih) muda bernama Meranda Watling yang secara teratur bercerita tentang saat lulus kuliah, awal mendapatkan pekerjaan di koran harian, dan kesehariannya sebagai jurnalis.
  • The Linchpen; kalau ini blog garapan Greg Linch, yang saat itu masih jadi mahasiswa di University of Miami. Ia mengisahkan saat ia membuat koran dan website kampus karena ketertarikan di bidang jurnalistik; lalu ketika ia belajar InDesign sampai kemudian bisa mengajarkannya pada teman-temannya. Kini Greg sudah lulus dan bekerja sebagai Data Developer yang bersentuhan dengan lebih dari 29 organisasi pers untuk proyek jurnalisme data.

Contoh tambahan dari dalam negeri, ada banyak juga jurnalis yang ngeblog dengan gaya dan tema khas; beberapa yang cukup dikenal:

  • Budi Putra: Praktisi media dan mantan wartawan yang beralih jadi blogger. Kini bisa diikuti di budiputra.com, dengan fokus bahasan tentang teknologi, media, dan digital life.
  • Wicaksono: Jurnalis kawakan yang juga akrab dikenal sebagai Ndorokakung. Alamat situsnya di ndorokakung.com. Meski tidak fokus pada topik tertentu, gaya ulasan dan komentar yang usil, menggelitik, tapi tetap elegan, membuat blognya memiliki tema yang kuat.
  • Wisnu Nugroho: Wartawan yang rajin ngeblog tentang kegiatannya sehari-hari saat bertugas di istana presiden, lewat layanan social blog Kompasiana. Kumpulan ceritanya itulah yang kemudian menjadi tetralogi Pak Beye dan satu buku khusus tentang Jusuf Kalla.

Tema tak harus diurai dalam tulisan panjang. Dalam panduannya, profesor Mindy menyebut kalau blog boleh-boleh saja disajikan secara ringkas.

Kalau merujuk pada ramuan konten yang ramah mesin pencari seperti Google, memang disarankan untuk menyajikan tulisan lebih dari 300 kata.

Tapi hal itu tidak mutlak; karena ada pengaruh faktor lain juga, seperti arus pembaca, respon, sebaran tautan di media sosial, yang jika bagus akan tetap mengangkat performa situs.

Kata Mindy, 300 kata saja sudah tergolong panjang untuk kebanyakan tulisan di blog.

Langsung mulai. Jangan ditunda lagi.

Lewat panduannya, profesor Mindy merekomendasikan WordPress.com sebagai platform pilihan untuk ngeblog.

Sebabnya, karena komunitas pengguna WordPress dianggap kuat dan punya semangat kental untuk saling berbagi informasi, kiat, dan penyelesaian isu teknis; yang bisa sangat membantu dalam pengelolaannya.

Bagaimana tahap menyetel blog di WordPress.com?

  1. Sign up; langsung tekan tombolnya dan daftarkan diri untuk menyetel akun WordPress.
  2. Start a new blog; sekaligus tentukan alamatnya, misal: blogsaya.wordpress.com.
  3. Settings; cari tombol ini di bagian Configure pada laman My Sites. Kita bisa atur judul situs, tagline, dan setelan tampilan konten.
  4. Themes; salah satu bagian paling asyik dari blogging adalah memilih tampilan situs, yang bisa dilakukan di bagian Personalize > Themes.
  5. Add blog post; klik bagian ini untuk mulai menulis artikel. Selesaikan, lalu tekan Publish.
  6. “Hello World!”; setelah menerbitkan artikel, hapus saja konten default berjudul Hello World!
  7. View Site; sekarang cek penampilan blog lewat alamat situs yang ditentukan. Kalau ada yang kurang tepat, perbaiki. Kalau sudah oke, sebarkan di media sosial.
  8. WP Admin; perlu melakukan pengaturan lebih detail? Klik menu WP Admin di bagian Configure, sampai diarahkan ke laman dasbor WordPress, tempat kita bisa mengelola Comments, Media, sampai hal lain yang tak kalah asyik dengan Themes: Widgets.

Kesimpulan:

  • Mulai biasakan ngeblog; selain melatih kebiasaan membuat konten, juga mendorong kita mengasah kebutuhan mencari informasi.
  • Kunci dari kegiatan blogging adalah berjejaring. Kembangkan semangat berbagi dan membangun relasi dengan pembaca dan blogger lain.
  • Tentukan tema ngeblog dari hal-hal yang dialami sehari-hari; yang menggugah emosi atau bermanfaat untuk pembacanya.

Begitulah bagian kedua dari Seri Panduan Reporter Digital tentang mulai membuat blog.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry