Pada artikel sebelumnya kita membahas tentang tugas umum editor di bidang penulisan, yang terdiri dari: editing, revising, dan reviewing.

Lewat uraian itu diterangkan kalau posisi editor biasanya memastikan kualitas tulisan; dengan waktu dan sumber daya yang tersedia.

Tapi, dalam hal karier profesional, perlu diketahui juga kalau pekerjaan bertitel editor bisa disesuaikan fungsinya dengan kebutuhan unit kerja; meski fokusnya tetap untuk memastikan kualitas konten.

Kenapa bisa begitu? Karena di antara unit kerja yang satu dengan lainnya bisa berbeda dalam hal produksi atau pengelolaan konten, hingga bisa membutuhkan beberapa editor dengan peran yang berbeda-beda pula.

Mengenal dan memahami posisi editor (masih fokus pada bidang penulisan) berdasarkan kebutuhan unit kerja bisa membantu kita dalam hal:

  • Menjadi editor. Kalau ada di antara kita yang pingin jadi editor, mengetahui informasi ini bisa membantu kita menentukan fokus karier.
  • Memilih editor. Jika membutuhkan editor, informasi ini mungkin bisa memberikan gambaran kriteria yang cocok dengan keperluan kita.

Mari kita urai peran editor berdasarkan 3 (tiga) unit kerja:

  1. Media massa
  2. Penyedia layanan konten/penerbit
  3. Tidak terikat/pekerja lepas (freelance)
editor di all the president's men

Cuplikan film All the President’s Men (1976), saat editor The Washington Post Ben Bradlee (diperankan Jason Robards) mengecek laporan naskah wartawan Bob Woodward (Robert Redford) dan Carl Bernstein (Dustin Hoffman). (Sumber foto: thursdayreview.com)

Media massa

Dalam penerbitan dan pengelolaan konten media massa, seperti koran, majalah, sampai media daring, bisa saja ada beberapa tingkatan editor yang bertugas.

Berikut posisi editor yang biasanya tedapat pada unit kerja media massa:

1. Editor-in-Chief

Kita lazim mengenalnya sebagai pemimpin redaksi, yang merupakan penanggung jawab utama unit kerja produksi media massa.

Editor-in-chief atau ada juga yang menyebutnya editor-at-large, memerankan fungsi manajerial tim, menentukan kebijakan redaksional, juga pemegang keputusan tertinggi tentang materi, kualitas, dan kuantitas produksi.

Idealnya, pemimpin redaksi sudah tidak bersentuhan langsung lagi dengan proses produksi. Ia lebih berfungsi mengawasi dan mengembangkan efisiensi kerja sesuai tujuan perusahaan.

2. Managing Editor

Posisi editor ini biasanya bekerja langsung di bawah editor-in-chief, dan khusus mengurusi tentang kualitas dan alur produksi konten.

Managing editor atau dalam bahasa Indonesia disebut redaktur pelaksana lazimnya tidak menyenggol urusan kebijakan dan perusahaan. Ia fokus saja pada detail produksi, dan memastikannya berjalan sesuai ketentuan yang diarahkan pemimpin redaksi.

3. Section Editor

Pada pengelolaan media massa yang mapan, section editor atau redaktur diperlukan untuk membantu pekerjaan managing editor, pada rubrik, kanal, atau program konten tertentu. Contohnya, redaktur bidang politik, gaya hidup, atau otomotif.

Tiap redaktur bertanggung jawab terhadap detail produksi dan pengembangan rubrik atau kanal yang ia pegang. Bisa dilakukan sendiri, atau dengan bantuan staf redaksi.

4. Copy Editor

Lumrah juga dikenal sebagai redaktur bahasa yang fokus memastikan hasil produksi konten selaras dengan kebijakan redaksional yang ditetapkan.

Posisi editor ini juga bertanggung jawab atas mechanical editing atau mengoreksi kebenaran ejaan, penggunaan bahasa, tanda baca, dan lainnya; bahkan bisa melebar juga sampai mengecek kebenaran data (fact-checking).

Salah satu hasil kerja yang krusial dalam pekerjaan copy editor adalah: judul.

editor McSweeney’s

Penulis dan editor Dave Eggers sedang bekerja di publishing house yang ia dirikan, McSweeney’s di San Francisco, Amerika Serikat. (Sumber foto: blog.sfgate.com)

Penyedia layanan konten atau penerbit

Lain dengan media massa, posisi editor pada unit kerja layanan konten atau penerbit buku bisa dibilang jarang terdapat di tim redaksi media massa:

1. Acquisitions Editor

Tugas posisi editor ini fokus pada menemukan dan menjaring penulis yang dinilai bisa menguntungkan perusahaan.

Pada perusahaan penerbit buku, tantangan urusan ini adalah berkompetisi dengan penerbit lain dalam hal menggaet penulis yang bagus.

Sementara pada penyedia layanan konten, tantangan yang biasanya dihadapi adalah merekrut penulis sebanyak-banyaknya dengan kualitas yang sama baiknya.

Tak hanya itu, peran tugas ini juga mencakup pengawasan dan evaluasi kualitas penulis, serta memastikan hal administrasi berjalan sesuai kesepakatan.

2. Developmental Editor

Peran pembantu penulis terkait proses kreatif atau pengembangan ide.

Ia memandu penulis untuk menyusun tulisan yang cocok dengan keperluan pembaca, juga kebutuhan bisnis perusahaan.

Selain membimbing penulis sepanjang proses penggarapan naskah, editor ini kadang ditugaskan juga untuk mengurus program capacity building atau pengembangan skill penulis.

3. Copy Editor

Serupa dengan redaktur bahasa pada media massa, tugasnya adalah mengecek dan mengoreksi kesalahan teknis pada tulisan (mechanical editing).

Ia juga memastikan kalau data, statistik, atau catatan kaki yang terdapat pada tulisan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Dalam penulisan fiksi, peran ini kadang disebut juga editor manuskrip, yang pekerjaannya memastikan keselarasan, logika penulisan, sampai kekuatan plot cerita.

Sebetulnya, untuk unit kerja seperti penyedia layanan konten atau penerbit, ada satu peran yang semacam editor, tapi tidak disebut begitu; yaitu proofreader.

Proofreader biasanya orang terakhir yang bertugas mengecek naskah, sebelum akhirnya diterbitkan. Ia memosisikan diri sebagai pembaca, dan jika menemukan kejanggalan, ia akan kembali menanyakannya ke editor terkait.

editor freelance

Banyak juga editor yang menggarap pekerjaannya dari rumah atau kedai kopi, terutama yang tidak terikat perusahaan tertentu. (Sumber foto: arkea.id)

Editor lepas (freelance)

Unit kerja ini biasanya perorangan. Ia bekerja sendiri dan tidak terikat. Jasanya dibutuhkan penulis, juga penyedia layanan konten, penerbit, bahkan media massa.

1. Copy Editor

Freelance editor yang (seperti pada media massa, penyedia layanan konten, dan penerbit) fokus pada mechanical editing, atau menyunting tulisan dari segi tata bahasa.

Ia memastikan tulisan yang dihasilkan baik pada sisi strukturnya, penggunaan kata, tanda baca, serta menyajikan fakta yang benar (fact-checking).

2. Developmental Editor

Mirip dengan posisi editor pada penyedia layanan konten atau penerbit, yaitu pembimbing penulis terkait pembangunan materi.

Bagian yang ia bantu mulai dari pengembangan ide, riset bahan, mencari kontak narasumber yang relevan, sampai pengecekan dan rekomendasi terkait tata bahasa dan gaya penulisan.

Kembali mengutip pada salah satu bagian dari uraian sebelumnya, peran developmental editor umumnya adalah substantial editing.


 

Begitulah kira-kira beberapa posisi editor yang disesuaikan dengan unit kerja tertentu. Tiap peran unik, dan tidak ada yang lebih superior dibandingkan yang lain; hanya soal tugas dan kerja sama dengan editor lainnya.

Meski lakonnya berbeda-beda, mereka relatif memiliki kesamaan: cakap dalam penulisan, teliti soal tata bahasa, sedikit atau banyak cukup paham tentang manajerial, dan memiliki hasrat besar untuk mengembangkan konten.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry