Komunikasi pesan iklan cetak memiliki dua elemen utama, yakni elemen visual dan copy atau teks. Kedua elemen tersebut memiliki peran penting dalam membentuk stopping power pada sebuah iklan cetak.

Meskipun demikian tidak jarang para pembuat iklan memilih untuk lebih menguatkan salah satu elemen saja dalam materi komunikasi pesan iklan cetaknya agar mampu menarik perhatian audience-nya.

Berikut ini adalah beberapa contoh komunikasi pesan iklan cetak yang dalam penyampaiannya memiliki elemen visual (visual story) yang lebih kuat dibanding copy atau teksnya:

Gb. 1: Sebuah iklan tentang sampo kutu untuk anjing piaraan. Iklan ini dicetak dalam ukuran besar dan dipasang pada sebuah lantai di salah satu mall di Jakarta. Iklan seperti ini sering dinamakan sebagai Ambient Ads.

Gb. 2: Bukan iklan kopi tapi ini adalah iklan café yang ada di sebuah Museum Van Gogh di Belanda.

Gb. 3: Iklan cetak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang akibat buruk jika merokok saat hamil.

Gb. 4: Iklan mobil Jeep yang juga dijadikan sebagai Ambient Ads. Apakah kamu paham dengan makna pesan komunikasi iklan cetak ini?

Gb. 5: Jika Bruce Banner butuh Band-Aid maka Hulk butuh? Jawaban dari pertanyaan ini adalah makna pesan komunikasi dari iklan cetak di atas.

Gb. 6: Sebuah iklan cetak pasta gigi yang memiliki USP (Unique Selling Point) sebagai pemutih gigi. Kira-kira apa makna pesan dari iklan cetak ini?

Gb. 7: Iklan cetak dari Lego ini memiliki makna pesan yang kuat. Selain seri pesawat terbang, Lego juga mengeluarkan seri yang lainnya.

Gb. 8: Iklan cetak permen Chupa Chups. Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu bisa menangkap pesannya?

Gb. 9: Iklan cetak Coca Cola Light rasa Lemon. Kira-kira apa pesan yang ingin disampaikan oleh iklan cetak ini?

Gb. 10: Iklan cetak yang satu ini bahkan tidak ada copy atau teksnya sama sekali. Apakah kamu paham pesannya? Ini adalah iklan cetak dari sebuah produk pembersih kaca.

Contoh-contoh iklan cetak di atas adalah tentang bagaimana pesan komunikasi dibangun hanya dengan elemen visual-nya saja. Copy atau teks dipakai hanya sebagai pendukung pesan dan atau sebagai call to action dalam penyampaian pesan.

Tujuannya untuk menjadikan komunikasi pesan dalam iklan cetak tersebut memiliki stopping power dan eye-catching. Hal ini menjadi sebuah keharusan jika kamu ingin mencuri perhatian audience dalam ranah perputaran informasi yang sangat cepat dan singkat, apalagi sekarang orang sudah mulai terbiasa membaca pesan hanya dalam 140 karakter.

Pada artikel selanjutnya akan dibahas komunikasi pesan iklan cetak yang lebih menitik beratkan pada copy atau teks sebagai stopping power bagi target sasaran komunikasinya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry