Saat mesti ngebahas tentang posting atau update status di media sosial seperti Facebook misalnya, salah satu pertanyaan yang sering terlintas adalah, “Posting status di Facebook itu idealnya mesti seberapa panjang sih?

Emang perlu dipikirin? Ya perlu, karena banyak studi yang menunjukkan kalau panjang konten di media sosial bisa sampai menentukan reaksi dari audiensnya. Bahkan buat kita yang biasa bersentuhan dengan campaign komunikasi digital, hal semacam ini bisa mempengaruhi hasil pekerjaan kita.

Sebagai panduan, berikut ini kompilasi informasi tentang panjang ideal saat posting konten di media sosial:

BLOG

Panjang judul blog yang ideal menurut beberapa sumber, sebaiknya di antara 8-12 kata, atau di bawah 70 karakter.

Alasan:

  • Karena dengan panjang tersebut, judul artikel blog tidak akan terpotong saat tampil di hasil temuan mesin pencari seperti Google.
  • Selain itu, panjang tersebut membuat judul jadi pas saat disebar ke media sosial, contohnya Twitter; karena memiliki batasan panjang posting 140 karakter. Dengan demikian, kita bisa memuat judul utuh beserta link (yang kira-kira memakan 24 karakter dari total 140 karakter), dengan panjang tweet hanya sekitar 94-100 karakter; masih ada ruang untuk hashtags, misalnya.

Lalu, bagaimana dengan panjang artikel? Dianjurkan untuk menyajikan artikel dengan panjang 1000-1500 kata (atau untuk dibaca selama sekitar 5-7 menit).

Angka itu berdasarkan data konsumsi artikel di Medium, yang menyatakan bahwa artikel dengan panjang tersebut atau memerlukan waktu sekitar 7 menit saat dibaca potensial menarik perhatian pembaca; bahkan berpeluang meningkatkan respon atau aktivitas interaksi dari pembaca.

posting konten media sosial

Syaratnya, posting blog mesti memuat informasi yang berguna dan menjawab kebutuhan atau keingintahuan pembaca.

Meski begitu, memang karakteristik tiap pembaca sebuah blog bisa berbeda-beda. Jadi memang sebaiknya cari tahu dulu, artikel apa dan seperti apa yang paling banyak dibaca atau disukai pembaca blog kamu; lalu cek berapa rata-rata panjang tulisannya.

Informasi tambahan tentang panjang pada posting blog adalah meta description; yang sebaiknya ditulis sampai maksimal 155 karakter (atau kurang dari itu). Sebabnya, sama seperti judul, panjang tersebut membuat informasi meta description tampil utuh pada hasil pencarian search engine seperti Google.

Kamu juga mungkin tertarik membaca artikel ini: Mengenal format konten dari fungsinya

FACEBOOK

Berdasarkan rekomendasi dari Chelsea Hunersen, Social Media & Community Growth Manager di HubSpot, sebaiknya kita menampilkan konten teks dengan panjang 40 karakter saja.

Menurut Chelsea juga, jika kita memuat link, yang orang cenderung lebih perhatikan adalah judul dan meta description dari materi pada link. “Banyak orang tidak terlalu memerhatikan statusnya dan langsung fokus pada gambar dan meta description,” ujarnya.

Bagaimana dengan panjang durasi video? Direkomendasikan hanya sekitar 30-45 detik.

Berdasarkan ulasan di AdAge, panjang ini cukup untuk menyampaikan pesan utama dengan cepat. Disebutkan bahwa atensi audiens bakal merosot 33% setelah menonton 30 detik pertama pada video, dan setelah 1 menit, 45% penonton akan menghentikan kegiatan menontonnya.

posting konten di media sosial

Contoh video berdurasi sekitar 30 detik:

Terlepas dari panjangnya, yang perlu diingat juga, seperti di Instagram, video di Facebook tidak langsung ada audio-nya. Artinya, pengguna mesti kepingin berhenti scrolling dulu dan menekan tombol unmute untuk mendengar suaranya.

Maka itu, video mesti memiliki tampilan awal yang menarik dan bikin orang pingin nonton sejak detik pertama, meski muncul tanpa suara.

TWITTER

Twitter memiliki batasan panjang teks 140 karakter, dan 116 karakter untuk tweet saat melakukan Retweet; karena konten Retweet akan menjadi link, dan link pada Twitter memakan 24 karakter dari jatah posting.

Berdasarkan analisis terhadap 200 ribu tweet dengan link, panjang tweet ideal adalah sekitar 100-110 karakter (tanpa link), atau 120-130 karakter (termasuk link); karena memperbesar peluang meningkatkan rasio click-through.

Yang juga penting diketahui, di Twitter, gambar atau GIF atau video diperkirakan bisa membuat posting lebih potensial menarik perhatian pengguna lain. Berbagai studi memuat, kalau tweet dengan gambar atau GIF atau video meningkatkan rasio click-through sampai 18%.

Dan buat konten media seperti gambar atau GIF atau video, jatah karakter termakan sama seperti link, yaitu 24 karakter; jadi untuk teksnya, tinggal tersisa 116 karakter. Sementara buat video, seperti Facebook, dianjurkan hanya sekitar 30 detik.

Tapi, mengingat Twitter adalah medium yang relatif lebih instan ketimbang Facebook atau Instagram, ada baiknya lebih mengoptimalkan GIF ketimbang video; seperti contoh berikut ini:

INSTAGRAM

Sementara kami belum menemukan ada kajian khusus tentang panjang caption ideal buat di Instagram, hingga mempengaruhi respon dari audiensnya; bisa jadi karena pada medium ini, fokus utama ada pada foto atau video yang ditampilkan, sehingga caption relatif hanya pelengkap saja.

Yang jelas, pada Instagram kita bisa menulis caption sampai 2.200 karakter (terpotong tombol ‘more‘ pada baris ketiga). Jadi kalaupun mau menampilkan teks yang catchy, bisa pada 1-2 baris pertama.


Demikian beberapa referensi terkait panjang posting konten di media sosial. Semoga berguna!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2