Media sosial (social media) bisa dibilang jenis media yang sedang terus menanjak popularitasnya.

Kalau kita melihat tren pencarian di Google sepuluh tahun terakhir, frasa “social media” makin banyak dicari; mulai dari soal cara menggunakan, trik mengelola, sampai urusan kiat jualan lewat platform ini.

Dasarnya, media sosial merupakan situs atau layanan daring (online) yang memungkinkan penggunanya tak hanya mengonsumsi, tapi juga berpartisipasi membuat, mengomentari, dan menyebarkan beragam konten dalam berbagai format: teks, gambar, audio, atau video.

Dengan media sosial penggunanya bisa membangun percakapan, bahkan komunitas, karena media sosial juga mempermudah pertemuan beberapa atau banyak orang dengan minat sama.

Media ini juga memudahkan pengelola usaha, organisasi masyarakat, sampai lembaga pemerintah untuk terkoneksi langsung dengan publik.

Kalau ditanya apa saja layanan yang termasuk media sosial, mungkin mudah untuk kita langsung menyebut beberapa merek populer seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, atau Pinterest.

Yang mungkin tidak terlalu dikenal luas adalah jenis-jenis media sosial berdasarkan desain penggunaan dan fungsinya.

Awam boleh jadi tidak terlalu perlu mengetahuinya, tapi pelajar dan peraktisi komunikasi penting untuk mengerti soal ini.

Berikut ini 6 jenis media sosial:

1. Layanan blog

Blog secara ringkas bisa dipahami sebagai jurnal pribadi di internet, untuk berbagi catatan atau pandangan penggunanya tentang beragam hal. Penggunanya lazim disebut sebagai narablog (blogger).

Contoh: WordPress, Blogger.

2. Layanan jejaring sosial (social network)

Jenis layanan yang fokus pada terbangunnya jejaring di antara penggunanya untuk saling berbagi pesan, informasi, foto, atau video. Model relasi antar pengguna yang lumrah berbentuk pertemanan dengan cara saling Add atau Connect.

Contoh: Facebook, Lindkedin.

3. Layanan blog mikro (microblogging)

Meski kegunaannya serupa, tapi jenis media ini lebih ringkas, hingga memengaruhi alur interaksinya yang jadi lebih cepat dibandingkan blog.

Contoh: Twitter.

4. Layanan berbagi media (media sharing)

Kalau kita suka menonton YouTube atau mendengar Soundcloud, keduanya tergolong dalam jenis ini; yang fokus utamanya memang untuk berbagi konten media seperti foto, audio, atau video.

Contoh lain: Instagram, Flickr.

5. Layanan forum

Bisa dibilang sebagai jenis media sosial klasik yang sudah dikenal sejak lama. Layanan ini jadi tempat pengguna bisa memperbincangkan hal atau topik spesifik dengan pengguna lain di dalam ruang diskusi.

Contoh: Kaskus, Quora.

4. Layanan kolaborasi

Seperti namanya, layanan ini memberi kesempatan penggunanya untuk berkolaborasi dalam memuat, menyunting, atau mengoreksi konten.

Contoh: Wikipedia.

Nah, dari jenis-jenis itu, yang mana favorit kamu?

Karena ada orang yang memang doyannya berbagi foto, bahkan bikin video ketimbang menulis panjang lebar di blog.

Tak hanya pembuat kontennya, audience tiap jenis media sosial pun punya keunikan, karakteristik, atau minat yang cenderung berbeda dengan jenis lain.

Maka itu, jika menggunakan salah satu layanan ini untuk keperluan komunitas, organisasi, atau usaha, ada baiknya ditentukan dulu tujuan dan sasarannya; baru memilih channel yang cocok.


Kesimpulan:

  • Media sosial merupakan situs atau layanan daring (online) yang memungkinkan penggunanya tak hanya mengonsumsi, tapi juga berpartisipasi membuat, mengomentari, dan menyebarkan beragam konten dalam berbagai format: teks, gambar, audio, atau video.
  • Media sosial terbagi menjadi 6 (enam) jenis: blog, jejaring sosial (social network), blog mikro (microblogging), layanan berbagi media (media sharing), forum, dan layanan kolaborasi.
  • Tiap jenis tak hanya punya fungsi khusus, tapi juga karakteristik pengguna yang khas. Maka jika digunakan untuk keperluan komunitas, organisasi, atau usaha, sebaiknya ditentukan dulu tujuan dan sasaran kegiatan media sosial kita.

Sumber foto: Marketingland.com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry