Dalam dua tulisan sebelumnya kita membahas tentang jenis media sosial dan persiapan yang perlu diperhatikan untuk mengelolanya.

Salah satu hal penting dalam persiapan pengelolaan yang dibahas adalah menentukan ukuran performa akun yang dikelola di media sosial.

Gampangnya sih mengukur jumlah pengikut.

Hari pertama akun kita diikuti 2 pengguna; hari kedua bertambah jadi 5 pengguna. Lalu sepekan setelahnya akun kita sudah diikuti 10 pengguna.

Apakah berarti akun kita memiliki performa baik di media sosial?

Belum tentu.

Ada ukuran lain yang tak kalah penting, bahkan mungkin lebih perlu diperhatikan ketimbang sekadar pertumbuhan jumlah pengikut.

Yaitu: jumlah interaksi terhadap konten akun yang dikelola, atau lebih akrab dikenal sebagai bobot engagement.

Engagement dalam pengertian simpel berarti komunikasi dua arah.

Komunikasi dua arah dalam studi komunikasi juga dikenal sebagai komunikasi interaksional, yang dilontarkan Wilbur Schramm pada 1954.

Intinya: Komunikasi berlangsung dari pengirim pada penerima, lalu penerima pada pengirim, secara bergantian.

Kunci dari komunikasi interaksional ini adalah umpan balik (feedback) atau tanggapan terhadap pesan, karena membuat pengirim pesan mengetahui respon terhadap pesannya.

Pentingnya feedback ini juga diungkapkan praktisi pemasaran daring dan penulis beberapa buku tentang media sosial, Jason Falls, lewat artikel tentang engagement di media sosial pada 2012.

Ia menyebutkan bahwa hasil komunikasi yang baik adalah jika audiens memberikan perhatian atau respon.

Dan dalam media sosial, umpan balik, respon, atau perhatian itu merupakan nyawa layanan yang menjelma ke dalam bentuk fitur respon, seperti ruang komentar (comment), tanda suka (like), atau pilihan menyebarkan konten (share).

Hasil komunikasi yang baik adalah jika audiens memberikan respon.

Terkait hal itu, ahli statistik internet dan penulis asal India, Avinash Kaushik, pernah menulis bahwa fitur interaksi media sosial terbagi menjadi 3 (tiga) kategori:

  1. Konversasi (conversation): Aktivitas percakapan di antara pengguna.
  2. Amplifikasi (amplification): Aktivitas penyebaran atau perluasan pesan.
  3. Aplaus (applause): Aktivitas respon singkat dengan ikon tertentu.

Lewat banyak artikel lain tentang komunikasi daring (online) yang merujuk pada pandangan Avinash Kaushik, ketiga kategori itu bisa memandu kita untuk mengukur nilai engagement dalam kegiatan di media sosial.

Apalagi, tiga kategori itu seolah memang jadi poros utama fitur pada layanan media sosial, seperti contoh pada tabel berikut ini:

Kategori Facebook Twitter YouTube Instagram Linkedin
Konversasi Comment Reply Comment Comment Comment
Amplifikasi Share Retweet Share Send To Share
Aplaus Like Like Like Like Like

Mengukur ketiga elemen ini bisa jadi lebih penting dari sekadar pertumbuhan jumlah pengikut (Follower) di media sosial.

Bagaimana cara mengukurnya?

Contoh saja: Dalam 1 (satu) bulan, akun yang dikelola mendapatkan 5 komentar, 5 share, dan 5 tanda suka; maka bobot engagement-nya adalah 15. Kian banyak respon yang diberikan, maka semakin bagus pula media sosial itu dikelola.

Bobot itu bisa juga dibandingkan dengan jumlah konten, pengikut, atau jangkauan, menjadi rasio interaksi (engagement rate); tergantung kebutuhan pengelolaan. Kita akan membahas tentang engagement rate ini dalam tulisan terpisah.

Yang jelas mengukur aktivitas pengguna lain terhadap akun yang dikelola ini penting dan lebih bermakna.

Bayangkan saja, memiliki 10 pengikut dengan nilai interaksi tinggi, tentu lebih baik dan menyenangkan ketimbang 30 pengikut yang tak pernah merespon pesan yang disampaikan.


Kesimpulan:

  • Salah satu hal penting dalam pengelolaan media sosial adalah melakukan pengukuran terhadap performa aktivitas di media sosial.
  • Selain jumlah pengikut, lebih penting juga mengukur engagement atau interaksi yang dihasilkan dari pengelolaan media sosial, karena kelebihan layanan media sosial terletak pada partisipasi penggunanya.
  • Salah satu cara mengetahui bobot engagement dari kegiatan media sosial adalah dengan mengukur dan mencatat nilai konversasi, amplifikasi, dan aplaus terhadap konten yang dimuat.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
21