Dalam dunia komunikasi, biasanya di bidang pemasaran atau periklanan kita mungkin sering mendengar istilah branding.

Apa sebetulnya yang dimaksud dengan branding?

Jawaban yang gampang saja terlontar terkait pertanyaan itu:

“Branding itu memasang logo produk, supaya terlihat oleh masyarakat.”

SALAH!

Branding bukan sebatas urusan menampilkan merek secara visual supaya terlihat banyak orang.

Itu sih tugas tukang stiker atau spanduk.

Proses branding yang sebenarnya adalah mendesain rangkaian upaya untuk memengaruhi benak masyarakat terhadap produk kita.

Jadi urusan ini memang bukan sekadar logo.

Logo yang merupakan penanda untuk mencirikan identitas produk, dan biasanya diwakili bentuk sederhana, bisa dibilang hanya ujungnya saja.

Yang utama justru soal brand itu sendiri, yang ringkasnya adalah respon emosional yang dirasakan masyarakat terhadap produk secara keseluruhan.

Lalu ada pula identitas yang merupakan elemen-elemen atau aspek visual yang digunakan untuk membantu masyarakat merasakan kesan yang ingin disampaikan.

Brand, identitas, dan logo; ketiganya mengandung pesan utama yang didesain khusus untuk menanamkan kesan di benak masyarakat, tentang produk atau layanan tertentu.

branding quote

Pernyataan yang cocok mewakili soal branding, dari penampilan penulis dan penyiar radio Rush Limbaugh dalam serial komedi Family Guy.

Mari coba kita ambil contoh:

Bagaimana cara saya meyakinkan pada orang lain kalau saya lucu?

Jika cara yang dipilih adalah melempar pesan, “Ayo bilang saya lucu!”

Maka kesan yang akan ditangkap adalah, “Dia mengaku lucu.”

Model komunikasi semacam ini tidak demokratis, karena berupaya mendikte pikiran masyarakat; dan ini contoh yang salah, kalau bicara soal branding.

Contoh yang benar:

Bagaimana cara saya meyakinkan pada orang lain kalau saya lucu?

Pesan dilemparkan dengan cara menceritakan lelucon.

Hingga kesan yang ditangkap pun menjadi, “Iya, dia lucu.”

Model komunikasi seperti ini menunjukkan kalau pesan dilemparkan bukan untuk mendikte, tapi membiarkan masyarakat menilai sendiri.

Tantangannya, mampukah kita menyampaikan pesan yang tepat dan bisa memengaruhi perasaan dan membentuk kesan yang diharapkan?

Untuk melakukannya, kita perlu memahami proses yang biasanya dilalui orang untuk memenuhi pola konsumsinya; seperti terlihat pada skema di bawah ini:

proses pemenuhan konsumsi - branding

Jika dilakukan dengan benar, maka peluang meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk kita (brand awareness) pun makin besar.

Contoh lagi; apa yang langsung terlintas di benak saat mendengar kata-kata berikut ini:

  • Soda
  • Teh
  • Kacang

Kalau pikiran kita sama, maka jawabannya adalah:

  • Soda > Coca-Cola
  • Teh > Tehbotol (Sosro)
  • Kacang > Garuda

Ketika masyarakat mendengar kategori produk tertentu, dan yang langsung terpikir oleh mereka adalah PRODUK KITA, maka itulah yang disebut brand awareness.

Lalu, contoh berikutnya; apa yang terlintas di benak saat melihat produk-produk ini:

branding

Kalau pikiran kita masih sama, maka jawabannya adalah:

branding

Saat masyarakat mendengar atau melihat nama produk kita, dan kesan yang langsung muncul adalah PERSEPSI YANG KITA TANAMKAN KE BENAK MEREKA, maka disebut sebagai brand association.

Simpelnya, tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan produk di kategori tertentu; juga melekatkan persepsi yang kita desain, seperti kita ulas di atas adalah:

Brand preference yang bekerja dengan baik.

Artinya, saat masyarakat membutuhkan suatu produk, mereka MEMILIH PRODUK KITA di antara sekian banyak pilihan lainnya.

Proses dari memperkuat kesadaran masyarakat tentang produk tertentu sampai akhirnya jadi pilihan utama inilah tujuan dari kegiatan branding —bukan untuk sekadar dilihat banyak orang saja.

Eksekusinya pun terurai dalam rangkaian kampanye komunikasi, mulai dari iklan, program kehumasan, tayangan video, brosur, aktivitas CSR (corporate social responsibility), kegiatan di media sosial, menerbitkan website, dan lain-lain.

Rangkaian kampanye komunikasi di berbagai medium, dengan beragam format itu, mesti dijalankan dengan pesan yang didesain khusus untuk memengaruhi masyarakat, dan dilakukan secara konsisten.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry