Salah satu masalah yang sering dihadapi saat menulis adalah: bingung mau mulai dari mana.

Saat hal semacam ini terjadi, biasanya kita menghabiskan waktu di hadapan monitor beberapa menit, lalu berpikir untuk menelusuri internet, mencari bahan yang kira-kira bisa memperkuat awal tulisan kita.

Dari satu laman berpindah ke laman lainnya, hingga tanpa disadari kita sudah menghabiskan waktu satu jam. Kepala mulai penuh, hingga kita pun memutuskan istirahat sejenak dan mencari video lucu di YouTube.

Tiga jam kemudian, “Besok aja deh nulisnya.”

Menulis memang bukan perkara mudah, tapi tak bisa dibilang sulit juga. Menulis merupakan salah satu kemampuan dasar berbahasa. Kita semua, bisa menulis. Soal bagus atau tidak, jangan terlalu dipusingkan dulu.

Karena, tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai.

Tulisan di atas, bukan sekadar pembuka artikel ini. Tapi juga dibuat dengan metode Free Writing.

Apa itu free writing?

Free writing merupakan metode menulis yang bebas dari pikiran tentang seperti apa kalimat mesti disusun, kata apa yang ingin dipilih, atau apakah sudah menempatkan tanda baca dengan benar.

Intinya, tentukan topiknya; tulis selepas-lepasnya; dan lakukan dengan batas waktu.

Misal, pada pembuka artikel di atas, saya menentukan topik “masalah yang sering dihadapi penulis”. Lalu menetapkan waktu penulisannya: 1 menit.

Nyalakan stopwatch, dan mulai mengetik apapun yang terlintas di kepala.

Kita bisa melakukan kegiatan ini untuk melatih kemampuan menulis. Jika sedang tidak ada topik yang terpikir untuk ditulis, kita tetap bisa mempraktikkannya pada berbagai objek di sekitar. Misal, gelas, bantal, sepatu, pintu, atau aplikasi ponsel yang sering kita gunakan.

Menariknya juga, dari latihan ini kita bisa menemukan kalau kadang kita melihat sesuatu dengan cara unik, hingga kita sendiri terkejut membacanya. “Kok, gue bisa mikir begini ya?”

Free writing juga bisa memancing ketertarikan atau kecenderungan sudut pada pada suatu hal, lewat objek maupun topik yang kita tentukan.

Misal, kita melatih free writing dengan objek payung. Hasilnya, “Ada peribahasa menyebutkan, sedia payung sebelum hujan, yang berarti kita mesti selalu waspada dan mengantisipasi masalah sebelum benar-benar terjadi. Begitupun dalam kehidupan. Banyak hal harus kita persiapkan agar tidak repot di masa depan, seperti menabung, investasi, dan memiliki asuransi.”

Padahal, kita bisa saja menulis tentang warna atau desain payung yang kita lihat; atau kegunaan payung di musim panas; bahkan (jika kita pernah mengetahuinya) cara mudah membuat payung sendiri. Tapi, alih-alih semua itu, yang tertulis adalah tentang personal finance; jadi mungkin si penulis memang memiliki ketertarikan khusus atau pengetahuan lebih soal personal finance.

Begitulah free writing. Metode sederhana untuk melatih kemampuan menulis; juga berguna untuk mengatasi masalah yang kerap dihadapi penulis seperti “bingung mau mulai dari mana”, nyangkut di tengah penulisan (writer’s block), tidak mood, dan sederet isu lainnya.

Selain itu, kiat paling ampuh untuk mengasah kemampuan menulis adalah: latihan. Dan dengan metode ini kita bisa melatih keterampilan menulis, dengan cara yang menantang, menyenangkan, juga cepat.

Nah, bagaimana kalau sekarang kamu mencobanya:

  • Pilih satu topik atau objek tertentu;
  • Lalu, tuliskan apapun yang terlintas di pikiran kamu tentang topik atau objek terkait;
  • Setelah 1 menit, stop!

Bagaimana hasilnya?

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry