Menurut buku Menulis Secara Populer yang disusun Ismail Marahimin, untuk jadi penulis bagus, kita perlu memiliki kepekaan yang tajam!

Dalam buku itu disebutkan, setidaknya ada dua kepekaan utama yang perlu dimiliki penulis:

Pertama, kepekaan berbahasa

Maksudnya, peka soal gaya penulisan yang digunakan; termasuk juga teliti dengan detail teknis seperti ejaan, kiasan, pilihan dan permainan kata, penataan kalimat, dan juga paragraf.

Kedua, kepekaan materi

Kamu pernah ngerasa baca tulisan yang panjang dengan susunan kalimat berbunga-bunga, padahal ‘isinya’ sedikit nggak sih?

Atau mungkin sebaliknya, tulisan yang data dan informasinya seabrek-abrek, tapi susah dipahami, sampai bikin dahi mengerut?

Nah, ini biasanya masalah ramuan. Karena, ada lho tulisan yang sepertinya biasa aja, tapi enak banget dibaca, bahkan mencerahkan pembacanya.

Formula yang diolah untuk suatu tulisan belum tentu pas kalau dipakai pada tulisan lain. Maka itu, diperlukan kepekaan materi yang artinya jeli meramu kecocokan materi atau topik yang dibahas, dengan gaya tulisannya secara seimbang.

Contoh:

Ceritanya aja, kita mengajak anak berusia lima tahun ke kebun binatang. Setelah tiba di rumah, kita minta dia bercerita tentang gajah di kebun binatang tadi. Kemungkinan besar anak itu akan menjelaskan seadanya aja,

“Hooo, gajahnya gedeee! Trus, idungnya panjang!”

via GIPHY

Sekarang, coba kita ganti figur anak dengan seorang ahli gajah. Apa yang terjadi?

Bisa-bisa si ahli akan menerangkan lebih detail. Ia bisa mengurai bagian tubuh gajah secara rinci. Bahkan, bisa jadi dia juga menjelaskan tentang perilaku gajah dan masa hidup normal seekor gajah.

Dari contoh di atas, kalau kita menulis seperti anak berusia lima tahun, mungkin materi yang kita tulis bakal terasa dangkal.

Tapi, kalau pun kita berlagak ahli dan berusaha menjelaskan semua hal, ada peluang tulisan kita jadi berlebihan dan terkesan bertele-tele. Akhirnya, malah membosankan untuk dibaca. Ya kan?

Untuk mengatasi masalah ini, kepekaan materi yang tajam bisa membuat seorang penulis berada di antaranya dengan porsi yang pas; hingga dia mampu mengatur ritme cerita, dan memilah fakta apa saja yang perlu disampaikan, lalu ‘menjahitnya’ dengan baik.

Maka itu, penulis yang oke biasanya punya kepekaan materi yang juga oke. Untuk bisa begitu, kita mesti rajin membaca dan mengamati tulisan orang lain, terutama yang enak dibaca. Selain itu, kita harus menulis sesering mungkin. Latihan, latihan, dan latihan.

Dengan begitu, ‘jam terbang’ kita mengasah kepekaan materi pun makin tinggi.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry