Sebagian dari kita mungkin asing dengan nama Maria Popova pun blognya, Brain Pickingsbrainpickings.org; meski rasanya tak sedikit juga yang sudah akrab mengikutinya.

maria popova brain pickings

Maria Popova adalah seorang blogger kelahiran 1984 asal Bulgaria, yang kini menetap di New York, Amerika Serikat.

Sementara Brain Pickings merupakan buah tangannya yang paling dikenal banyak orang; situs yang mengulas ragam hal yang ia anggap menarik dari catatan sejarah, filsafat, desain, sampai sastra.

Dikutip dari The Guardian, pada 2012, situs itu menjangkau lebih dari 1,2 juta pembaca per bulan; yang menurut The New York Times termasuk pula pembaca setianya adalah tokoh seperti penyanyi Josh Groban, aktor Drew Carey, model fashion Mia Farrow, sampai pendiri Twitter: Biz Stone dan Evan Williams.

Bagian cerita yang banyak dibahas tentang Maria Popova dan Brain Pickings adalah cikal bakal dan bagaimana situs itu ia kelola, karena dianggap bisa jadi inspirasi untuk penulis dan blogger lainnya.

logo brain pickings

Sebelum memulai Brain Pickings, Maria adalah lulusan studi komunikasi dari University of Pennsylvania, Amerika Serikat.

Untuk membiayai keperluan kuliahnya, ia mengambil empat pekerjaan paruh waktu, sembari menjalani studinya.

Pertama adalah sebagai penjual iklan di koran kampus (pers mahasiswa) The Daily Pennsylvanian; kedua ia magang sebagai penulis lokal di media umum; ketiga sebagai staf di perusahaan rintisan (startup) bidang periklanan di Philadelphia; dan keempat ia mencari tambahan dari pekerjaan di The Annenberg Center di kampusnya.

Saat bekerja di biro iklan kecil itu pula ia memulai Brain Pickings. Awalnya karena ia dan teman-teman kerjanya sering mencari inspirasi di tengah pekerjaan. Lalu Maria berpikir kalau kreativitas biasanya muncul dari informasi di luar urusan pekerjaannya sehari-hari.

brain pickings

Poster lawas karya seniman Maurice Sendak yang merayakan asyiknya membaca; salah satu yang diulas di Brain Pickings.

Maka, pada Oktober 2006, di usia 20 tahun ia bereksperimen, dengan cara mengirim email satu kali per minggu pada tujuh orang temannya; berisi tulisan tentang lima hal yang tak ada hubungannya dengan periklanan, tapi ia anggap memiliki makna, menarik, dan bahkan penting untuk diketahui teman-temannya.

Ternyata tujuh teman tadi menyukai kiriman email dari Maria, dan meneruskannya pada teman-teman lain. Seiring waktu email Maria pun mulai populer. Ia merasa kalau ternyata ada kebutuhan intelektual terhadap bidang lain di luar rutinitas harian.

Dia pun segera menghadap bosnya, dan menyatakan ingin fokus menggarap konten yang masih dalam bentuk kiriman email itu; yang kemudian ia beri nama Brain Pickings.

Maria segera mengambil kelas malam untuk belajar cara mengembangkan dan desain website. Harapannya bisa meluncurkan situs Brain Pickings dan mengembangkannya secara organik.

“Konsepnya, jika saya menemukan hal yang saya anggap menarik, lalu relevan dengan keadaan sekarang, sekaligus tak lekang oleh waktu, maka saya akan tulis,” ujarnya, dikutip dari The Guardian.

“Kebanyakan konten yang terbit di internet didesain untuk ‘mati’ dalam hitungan jam; maka itu kebanyakan sumber konten saya berasal dari buku atau kegiatan offline. Saya lebih banyak tenggelam dalam literasi dan sejarah, dan menggalinya sesuai konteks kekinian,” imbuhnya.

Ternyata, pertumbuhan organik Brain Pickings terus menanjak. Maria pun jadi sibuk mengelola situs, newsletter (untuk ratusan ribu subscriber), akun Twitter, sampai proyek sampingan seperti Literary Jukebox (saluran yang fokus pada paduan quotes dari buku dengan lagu).

literary jukebox brain pickings

Tak hanya peluang mengembangkan proyek sampingan, karena Brain Pickings pula Maria mencuatkan namanya, dan menjadi penulis untuk media populer seperti The Atlantic, Wired UK, The Huffington Post, sampai The Nieman Journalism Lab; dan terlibat sebagai MIT Futures of Entertainment Fellow.

Bagaimana teknisnya Maria mengelola Brain Pickings? Lewat lifehacker.com, Maria menyatakan kalau ia menghabiskan setidaknya 450 jam per bulan (setara dengan 15 jam per hari) untuk menggarap situsnya.

Selain menulis untuk situsnya dan meng-update akun Twitter @brainpickings, waktu itu termasuk saat ia merespon email atau membaca ratusan bahan dan referensi, hingga melahap 12 sampai 15 buku per minggu.

Untuk menulis saja, ia perlu 3-8 jam bakal menggarap tiga artikel per hari, dari Senin sampai Jumat; dan di antaranya (pada hari-hari biasa), nge-tweet empat kali per jam, di antara pukul 8 pagi, sampai 11 malam.

Maria juga menggunakan layanan agregasi konten via RSS untuk membantunya menjaga efisiensi waktu. Ia juga memakai teknik penjadwalan terkait urusan konten media sosial; biasanya ia lakukan pada pagi hari, sebelum ia pergi ke gym untuk berolahraga.

Lepas dari kesibukannya mengelola situs, akun Twitter, dan dua kantornya di New York, Amerika Serikat; Maria memilih untuk membaca koran, ketimbang menonton televisi apalagi YouTube.

Hal menarik lain dari cara Maria mengelola situs Brain Pickings adalah terkait bisnis; karena Maria tegas menyatakan kalau ia tidak suka iklan tradisional, dan akan menjaga situsnya bebas dari iklan.

“Iklan tidak berpihak pada kebutuhan dan kepentingan pembaca. Begitu kita mulai memperlakukan pembaca sebagai objek iklan, maka saat itu pula kita sudah tidak tertarik membantu pembaca memperluas cakrawala intelektual dan wawasan, atau membuat hidup mereka lebih baik,” tandasnya.

Maria juga menambahkan, “Saya tidak percaya dengan model bisnis itu, karena sama dengan membuat pembaca punya nilai tukar. Kita jadi bernilai untuk pengiklan, bukan pembaca.”

Lalu dari mana ia mendapatkan pemasukan untuk pengelolaan situsnya?

Maria diketahui meraup keuntungan dari affiliate advertisement (model afiliasi pemasaran) situs Amazon. Hingga ia pun dihujani kritik karena berkoar-koar bebas iklan, tapi secara diam-diam menjaring dolar dari rekomendasi produk yang dijual bisnis lain; dan karena model afiliasi juga termasuk kategori iklan.

Bahkan beredar pula rumor perhitungan, seperti dikutip dari Reuters: Bahwa lewat model afiliasi pemasaran saja, berdasarkan jumlah pengunjung situs per bulan, Brain Pickings diperkirakan mendapat pemasukan di antara 250 sampai 400 ribu dolar AS per tahun.

Nilai itu setara dengan 3,4 miliar sampai 5,5 miliar rupiah per tahun, atau 283 sampai 450 juta rupiah per bulan.

Meski kemudian Maria menyangkal perhitungan tersebut; sejak gelombang kritik itu, ia menampilkan informasi di bagian kaki situsnya (footer), bahwa Brain Pickings terkait dengan Amazon Service LLC Associates Program; yang singkat cerita, kalau kita membeli buku di Amazon lewat Brain Pickings, maka Maria akan mendapatkan penghasilan dari harga beli.

ad disclaimer brain pickings

Penjelasan tentang afiliasi pemasaran di footer situs Brain Pickings.

Selain itu, ia tetap menjaga model donasi yang ia terapkan sejak lama. Kita bisa menyumbang satu kali saja, atau rutin per bulan, untuk menunjukkan apresiasi dan membantu pengembangan situs.

Begitulah dunia penerbitan, tak akan bisa dibangun dalam satu malam; tapi membutuhkan kerja keras yang konsisten, hari per hari, bulan demi bulan, bertahun-tahun lamanya.

Untuk melakukan itu tentu tak cukup juga hanya dengan waktu dan tenaga, perlu juga dana. Kalau kewalahan soal ini, repot juga untuk sebuah situs bisa mempertahankan diri.

Brain Pickings, sudah hampir satu dekade berjalan; ia tumbuh perlahan, tapi pasti; mencari akal untuk tetap ada dan melayani kepentingan pembacanya.

Lewat tulisan, Maria mengungkapkan hal yang ia pelajari selama mengelola situs itu. Salah satunya, “Kita, sebaiknya, menikmati kemewahan berubah pikiran; meski mungkin terasa tidak nyaman.”

Makna yang mungkin bisa ditarik dari pernyataan itu adalah: Kita bukan sedang mengikuti Brain Pickings, tapi jalan pikiran Maria Popova; dan Maria bukan sedang mengelola media, tapi menjalani hidup.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry