Menulis merupakan salah satu keahlian yang mesti dikuasai seorang praktisi komunikasi, termasuk di bidang kehumasan.

Dari sisi latar pendidikan, bidang kehumasan berkaitan erat dengan jurnalistik, yang kental soal urusan tulis-menulis. Bahkan dalam berbagai pelatihan kehumasan, selalu ada materi tentang pembuatan siaran pers, atau memahami penggarapan berita, feature, atau kolom.

Lalu kenyataan di industri, praktisi humas bekerja dekat dengan dunia pers yang membuatnya perlu memahami seluk-beluk produksi konten media, yang kebanyakan bersandar pada kegiatan penulisan. Mudah pula kita temukan mantan wartawan yang kemudian menjadi praktisi humas di perusahaan atau lembaga pemerintah.

Dalam salah satu training kehumasan, salah satu program yang dianggap akan memudahkan kerja humas adalah produksi media. Peserta diminta untuk berpikir dan bertindak seperti jurnalis; mempertanyakan banyak hal, melakukan verifikasi data, dan mewawancari banyak sumber untuk memastikan akurasi data pendukung tulisan.

Begitulah kira-kira nilai penting keahlian menulis dalam kegiatan humas. Maka itu ada beberapa kiat menulis yang mungkin berguna untuk pemula dalam karier kehumasan, seperti berikut ini:

1. Jangan memikirkan naskah awal yang sempurna. Tulis saja dulu.

Tuangkan saja dulu apa yang terpikir ingin disampaikan. Lepaskan diri dari bendungan rasa “ini salah atau benar”. Naskah pertama memang seringkali jauh dari sempurna. Dan kita bisa kembali lagi nanti untuk memperbaikinya.

Hindari pula repot memikirkan struktur dan alur cerita. Pastikan saja dulu semua data atau informasi yang ingin disampaikan tertulis dalam naskah awal. Banyak pertimbangan saat menuangkan naskah awal bisa bikin kita terhambat dalam waktu yang cukup lama.

2. Menulislah saat mood sedang oke.

Selalu ada saat dalam satu hari yang kita bisa rasakan cocok untuk menulis. Bisa waktu masih segar di pagi hari, atau saat suasana kantor lebih tenang di malam hari.

Atau kalau merasakan mood kita akan membaik jika bisa menulis selama satu dua jam di coffee shop, ya sikat! Karena semangat yang terasa lewat mood merupakan penunjang terbaik untuk melakukan kegiatan menulis.

Menulis saat terinspirasi biasanya lebih mudah dan cepat untuk dilakukan, ketimbang menulis dalam keadaan tertekan atau terpaksa; bahkan bisa memengaruhi kualitas tulisan.

3. Sediakan waktu untuk menulis ulang.

Karya tulis terbaik selalu lahir dari proses yang menyediakan waktu untuk pengecekan dan penulisan ulang untuk memperbaiki beberapa kesalahan yang terjadi sebelumnya.

Konon, menulis saat waktu mepet dengan tenggat bisa memacu inspirasi. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Karena tulisan yang digarap dengan pengelolaan waktu yang baik berpotensi menghasilkan kualitas lebih baik, karena ada ruang untuk penulisan ulang.

Tip paling mudah adalah, setelah menulis naskah awal, hentikan dulu kegiatan menulis dan lakukan hal lain (sebaiknya yang menyenangkan). Setelahnya kembali lah pada naskah yang dibuat, baca ulang, lalu benahi tulisan yang kita rasa butuh perbaikan.

Jika hal ini dilakukan dengan benar, bisa jadi kita akan kagum sendiri dengan hasilnya.

4. Bacalah tulisan secara lisan.

Lakukan hal ini saat tidak ada orang lain di sekitar, jika memungkinkan; atau kita mungkin akan terlihat agak konyol karena melakukan ini.

Meski begitu metode membaca sendiri tulisan secara lisan, bahkan dengan suara lantang, bisa membantu kita menemukan kesalahan yang tidak kita temukan saat melakukannya dengan membaca di dalam hati.

Tak hanya kesalahan ejaan atau informasi, tapi juga logika kalimat, yang ternyata tidak masuk akal atau janggal saat kita baca.

5. Minta orang lain mengulas dan membaca sebelum merampungkannya.

Setelah tulisan selesai, sudah kita cek dan tulis ulang, bahkan membacanya sendiri secara lisan, cobalah minta tolong orang lain untuk membaca dan memberi masukan jika ada.

Memeriksa tulisan sendiri berkali-kali sudah bagus, tapi tetap saja berbeda dengan saat tulisan itu diperiksa oleh orang lain seperti rekan kerja atau teman; ya lebih bagus kalau punya editor. Mata lain kerap menemukan hal-hal yang mungkin sebelumnya tak terduga.

Tip yang bisa dicoba untuk mengoptimalkan poin ini adalah: meminta orang yang kurang atau tidak paham topik yang ditulis untuk melakukannya. Mereka akan memberi pandangan yang berbeda dan mungkin unik, serta bisa jadi pertimbangan kita untuk mengembangkan tulisannya lebih baik lagi.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry