Kiat memangkas tulisan agar lebih ringkas

Beberapa atau sebagian besar dari kita mungkin sudah pernah mendengar istilah ekonomi kata, terutama yang tertarik dengan kegiatan menulis atau jurnalistik.

Memang dalam menulis, terutama naskah berita, lazim disarankan (bahkan ditekankan) untuk menerapkan ekonomi kata atau menyusun kata-kata jadi lebih sederhana, lugas, dan terhindar dari kesan bertele-tele.

Alasannya karena keterbatasan ruang di media cetak atau durasi di media elektronik. Pada media online, teknik ini tetap diperlukan agar konten jadi ringkas dan bisa dilahap sekali lewat.

Mampu menerapkan ekonomi kata dengan baik perlu latihan dan jam terbang tinggi. Tapi kita bisa mulai membiasakan diri dengan menghilangkan beberapa kata, yang kalau pun dipangkas tidak melindas makna utamanya.

Coba mulai dengan menghindari atau memotong lima kata yang sering muncul dalam tulisan berikut ini:

Oleh

Kata hubung yang merujuk pada pelaku ini bisa dihilangkan saja kalau maksudnya sudah jelas.

Contoh:
Peresmian gedung baru di Universitas Prof.DR.Moestopo (Beragama) dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Menjadi:
Peresmian gedung baru di Universitas Prof.DR.Moestopo (Beragama) dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Warna

Kata ini juga bisa dimusnahkan saja kalau hanya untuk menerangkan bahwa kuning atau hijau adalah warna. Karena banyak orang sudah otomatis mengerti kalau kuning atau hijau adalah warna.

Contoh:
Entah kenapa taksi dari aplikasi Uber identik dengan mobil berwarna hitam.

Menjadi:
Entah kenapa taksi dari aplikasi Uber identik dengan mobil hitam.

Hari

Serupa dengan warna, rasanya tak perlu lah kita menegaskan kalau Jumat adalah hari. Kecuali untuk menjelaskan katerangan seperti Hari Ibu atau Hari Natal.

Contoh:
Joni selalu bolos kerja tiap hari Rabu.

Menjadi:
Joni selalu bolos kerja tiap Rabu.

Tanggal

Alasannya sama seperti soal hari di atas.

Contoh:
Pihak fakultas berencana menggelar jumpa pers pada tanggal 20 November 2015.

Menjadi:
Pihak fakultas berencana menggelar jumpa pers pada 20 November 2015.

Berlaku juga untuk bulan dan tahun.

Contoh (bulan):
Perusahaan Haji Soleh akan merilis produk baru pada bulan Maret tahun depan.

Menjadi:
Perusahaan Haji Soleh akan merilis produk baru pada Maret tahun depan.

Contoh (tahun):
Indonesia dinyatakan merdeka pada tahun 1945.

Menjadi:
Indonesia dinyatakan merdeka pada 1945.


Kesimpulan:

  • Ekonomi kata adalah teknik mengemas tulisan jadi lebih lugas, padat, dan tidak bertele-tele.
  • Salah satu cara mulai membiasakan teknis itu adalah dengan memangkas kata-kata tertentu, yang jika dihilangkan tak mengurangi nilai informasi kalimat yang ditulis.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

← Previous post

Next post →

2 Comments

  1. kece sangat infonya 🙂

Comments are closed.