Cara menentukan gaya tulisan

Seperti berpakaian, tulisan juga bisa diatur agar menampilkan gaya tertentu.

Gaya tulisan serius pada media tertentu biasanya memang ditentukan agar terkesan “berat”, dan dilakukan dengan konsisten agar memperkuat karakter yang diinginkan sekaligus jadi ciri khas penulisan di media tersebut.

Nah, bagaimana sih cara menentukan gaya tulisan?

Ada yang bilang,

“Terus lah menulis dengan giat, maka kamu akan menemukan gaya sendiri.”

Tapi jika kurang sabar atau sedang buru-buru ingin memastikan gaya penulisan, coba simak empat elemen berikut ini:

1. Laras

Mungkin sudah biasa kita amati: biasanya cara seseorang bicara dengan temannya berbeda dengan cara ia bicara dengan ibunya.

Jika ia bicara pada ibunya seperti pada temannya, rasanya jadi aneh dan kurang tepat. Hal ini bisa dibilang: orang itu menggunakan laras yang tidak tepat.

Menentukan laras pada tulisan sama dengan menetapkan cara penyampaian pesan berdasarkan peran yang kita ambil terhadap pembaca yang disasar.

2. Warna

Warna adalah bagian detail dari laras.

Setelah kita menetapkan cara penyampaian pesan berdasarkan peran, maka selanjutnya adalah menjawab warna seperti apa yang ingin kita tampilkan dari peran tersebut?

Biasanya warna ini juga sering dikaitkan secara khusus dengan dialek.

3. Nada

Usai menentukan laras dan warna, tentukan nada dalam penyampaian pesan. Apakah ceria? Atau bisa juga menggurui, atau mungkin sinis.

4. Bias

Yang terakhir adalah bias atau akrab juga disebut angle.

Elemen ini sengaja jadi yang terakhir, karena kalau dipakai untuk praktik jurnalistik, kita dituntut agar menghasilkan laporan yang berimbang.

Memilih sudut pandang tertentu saja (dan mengabaikan fakta lain) berpotensi merusak kelayakan karya jurnalistik yang dihasilkan. Tapi kalau untuk blog ya oke aja sih.


Sekarang, mari kita coba menggunakan empat elemen itu untuk menentukan gaya tulisan.

Sebut saja kita mau menggarap blog yang mengulas soal gadget, dan ingin menentukan gaya tulisannya:

Topik bahasan: Gadget.
Laras: Bahasa keseharian anak muda.
Warna: Anak muda dengan dialek Betawi.
Nada: Jenaka.
Bias: Hanya mengulas kekurangan atau sisi negatif dari gadget yang diulas.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

← Previous post

Next post →

1 Comment

  1. terima kasih mas ilmunya 🙂
    #recommendedNote

Leave a Reply