Beberapa contoh kerangka tulisan artikel

Pagi ini ada perbincangan yang cukup menarik di grup WhatsApp.

Singkatnya, seorang teman mendapatkan kesempatan berkunjung ke Pulau Siau, Sulawesi Utara. Lalu teman lainnya yang bekerja di media massa melempar tawaran kalau saja si teman yang akan pelesir tadi bersedia menulis artikel tentang wisata atau kuliner untuk medianya.

Teman yang akan ke pulau Siau itu sebetulnya tertarik, tapi walau dia sebetulnya biasa menulis di media sosial dan blog, bikin artikel untuk media massa seperti terdengar asing sampai muncul sedikit kekhawatiran:

“Apa yang harus dilakukan penulis curhat untuk jadi bisa menulis artikel? Soalnya gua nulis tuh ya curhat semua.”

Kalau boleh dibilang, sebetulnya menulis di media massa itu tidak sulit kalau dibandingkan dengan menulis makalah atau laporan ilmiah; karena tulisan di media massa umum biasanya tergolong tulisan populer, yang tujuannya menjangkau banyak orang.

Selain itu, kunci laporan media yang bagus biasanya terletak pada saat peliputan atau pengumpulan informasi dan latar belakang pendukung cerita yang mau disampaikan; menuntut penulisnya peka pada keadaan sekitar dari kesehariannya.

Maka, penulis yang terbiasa bercerita tentang keseharian atau perasaannya lewat tulisan seperti teman tadi justru punya modal kuat untuk bisa menghasilkan tulisan yang enak dibaca.

Dari sisi konten media, perlu diketahui kalau produk tulisan di media massa umumnya terbagi jadi tiga: berita, opini, dan iklan.

Berita sendiri terbelah lagi menjadi: hard news dan soft news.

Ringkasnya, hard news adalah berita peristiwa langsung, penting, dan aktual untuk pembaca yang disasar; sementara soft news merupakan berita lunak, biasanya tidak langsung, dan tidak terikat waktu (timeless) atau tak harus aktual.

Kali ini kita akan fokus membahas soft news, atau gampangnya bisa disebut artikel.

Berita lunak bukan berarti lembek materinya, tapi disajikan secara ringan. Materi dalam soft news bisa “berat”, tapi penyampaiannya tetap enteng, mudah dipahami, bahkan menghibur.

Dan karena jenis tulisan ini tergolong berita, maka tetap perlu diperhatikan ketepatan faktanya.

Bagaimana langkah membuat tulisan soft news?

Kerangka penulisan soft news umumnya dibagi menjadi: pembuka, isi, dan penutup.

Untuk pembuka, tuliskan topik yang akan diurai dan kenapa topik itu menarik untuk disimak oleh pembaca.

Sementara pada penutup berikan rangkuman, ajukan pertanyaan, tegaskan pernyataan, atau tambahkan ajakan untuk melakukan sesuatu.

Lalu, apa yang perlu ditulis pada bagian isi? Coba simak beberapa contoh kerangka isi artikel berikut ini:

Gaya memberi contoh

Artikel ulasan yang menyertakan contoh. Misal: Beragam foto yang dihasilkan dari aplikasi Vsco.

Urutan penulisan:

  1. Pembuka;
  2. Contoh 1 (lebih bagus dengan gambar pendukung);
  3. Ulasan atau evaluasi tentang Contoh 1; juga bisa ditambahkan tip singkat;
  4. Ulangi tahap 2 dan 3 sesuai kebutuhan;
  5. Penutup.

Silogisme

Artikel yang menawarkan cara berpikir berurutan dari yang umum ke khusus lalu menarik kesimpulan. Misal: Semua manusia akan mati > si A adalah manusia > si A akan mati.

Urutan penulisan:

  1. Pembuka;
  2. Ide atau sudut pandang yang lazim diketahui masyarakat umum;
  3. Ide atau sudut pandang yang ingin disampaikan (diperkuat dengan data atau hasil peliputan);
  4. Kesimpulan sebab akibat antara ide atau sudut pandang yang lazim dengan yang ingin disampaikan;
  5. Penutup.

Wawancara

Menyajikan hasil wawancara dengan narasumber terkait topik tertentu.

Urutan penulisan:

  1. Pembuka;
  2. Memperkenalkan narasumber dan alasan kenapa narasumber itu figur yang relevan dengan topik wawancara;
  3. Pertanyaan terhadap narasumber;
  4. Jawaban narasumber;
  5. Ulangi tahap 3 dan 4 sesuai kebutuhan;
  6. Penutup.

Daftar

Atau populer dikenal sebagai listicle, artikel yang menyuguhkan daftar secara berurutan.

Urutan penulisan:

  1. Pembuka;
  2. Objek 1 (lebih bagus dengan gambar pendukung);
  3. Ulasan ringkas tentang Objek 1;
  4. Ulangi tahap 2 dan 3 sesuai kebutuhan;
  5. Penutup.

Rangkuman

Artikel berisi kumpulan tautan atau pernyataan narasumber (round-up) terkait topik tertentu.

Urutan penulisan:

  1. Pembuka;
  2. Round-up 1;
  3. Ulasan ringkas tentang Round-up 1 (pilihan);
  4. Ulangi tahap 2 dan 3 sesuai kebutuhan;
  5. Penutup.

Ulasan

Artikel ulasan produk atau jasa yang bertujuan membantu pembaca memahami produk atau jasa yang diulas.

Urutan penulisan:

  1. Pembuka (memperkenalkan produk atau jasa);
  2. Informasi tentang si pembuat atau penyedia produk atau jasa;
  3. Deskripsi lebih detail tentang produk atau jasa;
  4. Kelebihan produk atau jasa;
  5. Kekurangan produk atau jasa;
  6. Rekomendasi terkait produk atau jasa (bisa ditambahkan tip singkat);
  7. Penutup.

Kiat

Artikel yang tujuannya menawarkan solusi atas masalah lewat uraian cara melakukan sesuatu.

Urutan penulisan:

  1. Pembuka;
  2. Uraian masalah;
  3. Solusi yang ditawarkan;
  4. Langkah Solusi 1;
  5. Kesimpulan Solusi 1;
  6. Ulangi tahap 4 dan 5 sesuai kebutuhan;
  7. Penutup.

Studi kasus

Sajian ulasan kasus atau persoalan tertentu, serta cara penanganannya.

Urutan penulisan:

  1. Pembuka;
  2. Uraian tentang kasus atau persoalan yang diangkat;
  3. Tantangan yang dihadapi;
  4. Solusi yang dilakukan;
  5. Hasil yang dicapai;
  6. Data tambahan (jika ada), ata contoh kasus lain yang serupa;
  7. Penutup.

Kesimpulan:

  • Orang yang biasa menulis curhat atau peristiwa keseharian punya modal kuat untuk menulis di media massa, karena tujuan konten media adalah tulisan populer yang menarik perhatian pembacanya.
  • Salah satu jenis konten yang bisa dilatih untuk kontribusi di media massa adalah soft news atau berita lunak, timeless, dan berguna untuk pembaca.
  • Caranya membiasakan menyusun tulisan dengan kerangka: pembuka, isi (bisa disesuaikan dengan penyajian. Misal: ulasan, kiat, atau studi kasus), dan penutup.

Sumber foto utama: varoom-mag.com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
7

← Previous post

Next post →

1 Comment

  1. Asih Imaniarr

    artikelnya menarik. untuk melihat kumpulan artikel anda dapat mengakses http://wartawarga.gunadarma.ac.id/ semoga dapat bermanfaat.

Comments are closed.