Kalau untuk keperluan pribadi, main media sosial memang tidak perlu pusing memikirkan persiapan atau bahkan strategi.

Tinggal bikin akun, posting semaunya, cerita apa saja.

Kalau pun tidak ada yang menanggapi ya biar saja, yang penting senang.

Kalau pun ada teman atau pengikut yang mengesalkan, kita bisa cuek. “Gitu aja kok repot.”

Tapi kalau media sosial mau dipakai untuk keperluan usaha atau pekerjaan, memang beda urusannya. Jadi ada beberapa hal yang penting diperhatikan, biar tidak buang waktu dan tenaga.

Kali ini kita coba bahas tentang beberapa hal yang perlu dicermati terkait persiapan penggunaan media sosial untuk keperluan usaha atau pekerjaan.

Pada tulisan sebelumnya kita sempat membahas 6 (enam) jenis media sosial: Ada blog, jejaring sosial, microblogging, media sharing, forum, dan wiki.

Kalau belum baca bisa klik tautan ini: Mengenal 6 jenis media sosial

Tiap jenis tak hanya punya fungsi khusus, tapi juga kelompok pengguna dengan karakter yang berbeda.

Kita bebas memilih jenis media sosial yang mau dipakai, tapi ada baiknya kita menentukan beberapa hal dulu sebelum memilih saluran (channel).

Karena seringkali pengelola usaha atau bisnis berpikir cepat saja, “Untuk digitalnya, kita perlu bikin Facebook nih!”

Padahal mungkin layanan itu kurang pas dengan profil usaha atau kelompok konsumen yang disasar.

Kalau benar begitu, besar peluang si pengelola akan mengalami stres ringan, karena kegiatan di Facebook tidak berjalan sesuai harapan.

Untuk terhindar dari hal itu, berikut beberapa tahapan yang bisa dilakukan sebelum memulai kegiatan di media sosial:

Memastikan tujuan

Hal paling dasar adalah menentukan apa yang ingin dicapai dari penggunaan media sosial?

Apakah untuk meningkatkan awareness? Menarik arus pengunjung ke website? Atau jadi pusat pelayanan informasi?

Tetapkan tujuan ini dulu secara spesifik dan terukur.

Menetapkan sasaran

Pada 1948, pakar komunikasi Harold Lasswell (dalam tulisan berjudul The Structure and Function of Communication in Society) mengingatkan betapa pentingnya menentukan elemen “to whom” dalam rancangan aksi komunikasi.

Dan tentunya juga berlaku dalam tahapan pengelolaan media sosial ini. Kita harus menetapkan profil sasaran audience untuk mencapai tujuan di tahap pertama.

Kalau sudah tahu mau menyasar siapa; lengkapi informasi tentang karakteristik dan perilaku sasaran. Seperti: Layanan media sosial yang aktif digunakan, tujuan, sampai waktu penggunaan.

Merancang konten

Bagian ini penting dilakukan setelah menetapkan sasaran dan sebelum masuk pada tahap memilih layanan yang digunakan.

Rancang konten berdasarkan informasi tentang sasaran audience. Tentukan format yang kemungkinan paling menarik untuk mereka. Pastikan gaya pendekatan yang dirasakan cocok dengan mereka.

Ibarat strategi pendekatan dalam urusan cinta, mungkin akan lebih baik kalau kita mati-matian memikirkan dulu topik obrolan dengan sasaran idaman sebelum memutuskan di mana kita akan menyampaikannya, agar kemungkinan rusaknya suasana lebih kecil.

Memilih saluran

Tujuan sudah terang, sasaran sudah pasti, konten pun sudah dirancang; sekarang tiba saat memilih tempat memuatnya.

Pilih media sosial yang paling cocok dengan tujuan, profil sasaran, dan konten. Apakah Twitter? YouTube? Atau Instagram? Bebas.

Karena kalau diamati, nyaris semua layanan media sosial itu relatif serupa dari sisi teknis atau fitur. Asal tujuan, profil sasaran, dan kontennya sudah jelas, kita tinggal pilih yang paling pas.

Menentukan pengukuran performa

Kalau di majalah tentu susah kita mengetahui ada berapa orang yang membaca halaman 41 pekan ini. Sementara di media daring (online), hal itu lebih mudah diketahui; termasuk di media sosial.

Maka hal yang perlu dipastikan setelah tujuan, sasaran, konten, dan channel, adalah ukuran untuk memantau efektivitas kegiatan kita di media sosial.

Ulas kembali: Apa tujuan kita? Siapa sasarannya? Seperti apa perilakunya? Apa konten yang akan ditawarkan? Seperti apa? Di mana? Lalu tetapkan: Apa patokan efektivitasnya?

Apakah jumlah pengikut? Jumlah pengguna yang melihat pesan? Jumlah pengguna yang menyebarkan pesan?

Yang jelas, sesuaikan dengan tujuan. Agar kita bisa mengetahui dengan jelas soal apa yang kurang dan apa yang sudah berjalan baik; hingga bisa terus mengembangkan kegiatan di media sosial makin bagus lagi.

Setelah tahu apa yang mau diukur, cari layanan atau fitur yang memungkinkan kita mendapatkan data tersebut secara periodik; per hari, pekan, sampai bulanan.

tahapan persiapan mengelola media sosial

Kalau sudah, kegiatan media sosial bisa mulai dilakukan.

Sebagai tambahan, ada tip lain yang tak kalah penting dengan semua tahap persiapan di atas: bersabar.

Karena media sosial itu urusan membangun relasi.

Hal itu butuh waktu dan konsistensi.

Dan dua hal itu perlu kesabaran.

Orang sabar disayang Tuhan.


Kesimpulan:

  • Menggunakan media sosial untuk keperluan usaha atau pekerjaan butuh perhatian ekstra; mulai dari persiapan sampai pengelolaan.
  • Sebelum mulai ada baiknya untuk mamastikan tujuan, menetapkan sasaran, merancang konten, memilih channel, dan menentukan pengukuran performa.
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry