Kalau kamu memiliki atau mengelola sebuah website tentu ada rasa ingin tahu tentang berapa pengunjung situs kamu dan data lain yang mungkin bermanfaat untuk terus mengembangkan jumlah pembacanya.

Salah satu cara paling mudah melakukannya adalah menggunakan Google Analytics; bahkan untuk kita yang merasa asing, tool ini relatif mudah digunakan.

Apa itu Google Analytics?

Google Analytics merupakan layanan gratis dari Google untuk mengukur performa situs yang kita kelola. Termasuk di dalamnya, kita bisa mengamati jumlah pengunjung, sumber kunjungan, gadget yang digunakan, lokasi pengunjung, dan masih banyak lagi.

Lalu, kenapa sih Google repot menyediakan tool seperti ini, gratis pula? Bahkan Yahoo dan Bing saja enggan menyediakan layanan serupa.

Jawabannya, karena dengan menggunakan layanan ini, kita memberi Google akses terhadap informasi seputar situs yang bisa membantu mereka memiliki data untuk keperluan iklan mereka (AdWord). Makin banyak penggunanya, makin kaya pula data yang dimiliki untuk mesin iklan mereka.

Hal yang mungkin tak perlu kita khawatirkan, mengingat kita jadi punya akses ke salah satu alat analitik yang lengkap dan canggih secara gratis. Kalau pun keberatan dengan model transaksi ini, kamu bisa memilih salah satu dari sekian banyak tool serupa lainnya, tapi berbayar…

5 Hal penting yang perlu kita perhatikan saat mengukur performa website dengan Google Analytics

Sebetulnya ada banyak sekali informasi yang bisa kita gali dari Google Analytics. Tapi dari berbagai poin pengukuran di layanan ini, ada 5 (lima) hal yang bisa kamu pertimbangkan sebagai ukuran paling penting untuk menilai performa website. Periode pemantauan biasanya dilakukan di periode 30 hari atau 1 bulan.

1. Audience > Users vs. Sessions

Sessions menunjukkan jumlah kunjungan ke situs; biasanya juga dikenal dengan istilah jumlah visitor. Sementara Users lebih detail lain, merujuk pada jumlah orang yang mengunjungi website kamu (unique visitor).

Gambaran mudahnya, kalau kamu memiliki 600 Sessions dan 300 Users, maka artinya rata-rata pengunjung situs mengakses situs sebanyak 2 kali dalam periode tertentu.

2. Audience > Mobile Overview

Hasil pengukuran ini bisa bikin kita jadi tahu tentang berapa banyak pengunjung situs yang mengaksesnya lewat perangkat mobile, seperti smartphone.

3. Acquisition > All Traffic > Referrals

Di bagian ini kamu bisa melihat, apakah kegiatan distribusi konten kita di media sosial atau saluran lain cukup efektif atau tidak. Akan muncul sumber yang mudah dikenali seperti Facebook, LinkedIn, Google+, atau Twitter yang biasanya muncul sebagai t.co.

Kadang juga kita menemukan sumber yang terlihat aneh, seperti .xyz. Sumber semacam ini bisa kita abaikan saja, karena bisa dipastikan hanya upaya pembajakan traffic lewat aktivasi bot.

Pada bagian ini juga, kita bisa mengamati kolom Avg. Session Duration secara khusus. Jika durasi yang muncul di bawah 3 detik, bisa diabaikan saja; dan fokus pada durasi di atas 10-20 detik.

4. Behavior > Site Content > All Pages

Bagian ini menampilkan informasi tentang laman terpopuler atau yang paling banyak dikunjungi pada situs kita. Penting untuk diketahui, agar kita bisa mempelajari tipikal laman (atau konten) yang disukai pengunjung situs kita.

Selain itu, dengan mengetahui laman terpopuler ini, kita bisa mengoptimalkannya dengan meletakkan ajakan untuk bergabung sebagai pelanggan situs lewat metode subscribe, promosi event, dan sebagainya.

5. Conversion > Goals

Mengatur dan mengukur target penting untuk mengukur seberapa efektif pengelolaan situs kita. Caranya pun mudah, kita tinggal menentukan apa target kita terkait aktivitas pengunjung. Apakah jumlah transaksi atau donasi? Partisipasi terhadap situs? Pendaftaran email? Atau engagement, seperti sebaran ke media sosial?

Menentukan target bisa bikin pengelolaan situs yang dilakukan lebih terarah dan memiliki orientasi yang jelas; sehingga kita pun jadi bisa terus mengembangkan kualitas situs berdasarkan data yang diketahui.


 

Demikian beberapa hal yang penting dicek saat mengukur performa website dengan Google Analytics. Melakukannya satu kali atau sesekali tidak cukup, sebaiknya memang memantaunya secara rutin; mingguan juga bulanan.

Hal ini mesti dilakukan secara konsisten untuk mendapatkan pembelajaran maksimal dari data hasil penjaringan Google Analytics. Memang ada banyak menu dan pilihan informasi lain yang tersedia. Tak perlu langsung berusaha memahami semuanya, lakukan secara bertahap, dengan fokus memahami pembaca kita saat berselancar di situs yang kita kelola.

Makin baik kamu melakukannya, maka makin besar pula peluang kamu menjaga minat pembaca dan meningkatkan jumlahnya terus menerus. Selamat mencoba!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry