Pernah nggak sih mendengar kalimat ini?

“Kalau mau jago nulis, kamu harus banyak baca.”

Kalimat itu iya banget! Karena membaca dan menulis memang bagian dari keterampilan berbahasa yang saling berkaitan; dan selain kedua itu, ada dua lagi keterampilan berbahasa lainnya, yaitu mendengar dan berbicara.

Empat keterampilan dasar berbahasa di atas sangat penting untuk kita bisa berkomunikasi dengan baik dalam keseharian.

Orang yang jago salah satu saja, mungkin ada banyak. Tapi yang memiliki kemampuan baik secara merata di keempatnya, itu yang jarang.

Maka itu, buat kita yang berminat dan serius mendalami atau bahkan menggeluti bidang komunikasi, empat keterampilan dasar berbahasa wajib dilatih! Yuk, kita bahas lebih detail:

Mendengar

Kayaknya gampang ya, padahal mendengar itu bukan cuma soal menangkap suara lho! Mendengar itu lebih tentang menyerap dan memahami hal yang kita dengar.

Bagian yang mestinya tidak dipisahkan dari kegiatan mendengar adalah membuka diri, toleransi, dan bersabar. Apalagi kalau kita lagi diskusi, menghadap perbedaan pendapat, atau mendapat kritik dari orang lain.

Untuk melatihnya, kita bisa coba ngobrol dengan banyak orang dari berbagai latar belakang, dan berusaha untuk memahami dasar pemikiran juga keadaan orang lain.

Membaca

Mirip dengan mendengar, kegiatan membaca juga sering digampangkan. Kalau ditanya, bisa baca atau nggak? Kebanyakan dari kita pasti yakin bisa.

Yang perlu diketahui, membaca itu kegiatan yang butuh kejelian dan nalar untuk menangkap pesan atau pokok pikiran dari materi yang dibaca. Makin sering seseorang membaca, biasanya tambah gampang buat orang itu benar-benar memahami isi bacaan.

Dan makin banyak yang ia pahami dari kegiatan membaca, biasanya wawasan jadi makin luas dan pikirannya juga terbuka lebih lebar lagi.

Latihannya, ya luangkan waktu untuk membaca; boleh apa saja, buku, novel, berita, akun favorit di media sosial, atau googling tentang film yang baru kita tonton.

Berbicara

Nah, kalau kita sudah melatih kemampuan mendengar dan bicara dengan baik, konon secara otomatis kita juga melatih sebagian dari kemampuan berikutnya, yaitu berbicara.

Karena, rajin mendengar dan membaca bisa membuat kita punya banyak pilihan wawasan di dalam otak, yang bisa sangat membantu saat kita ingin menyampaikan pendapat secara lisan, lewat ucapan.

Tapi jangan lupa, kita juga perlu membiasakan diri untuk berbicara, apalagi di depan banyak orang. Karena seringkali, kita sudah tahu apa yang mau kita bicarakan, tapi rasa grogi bicara di depan banyak orang bikin kacau dan membuat kita seperti lupa ingatan.

Latih kemampuan ini dengan selalu memberanikan diri untuk mencari kesempatan bicara di depan banyak orang. Misal, mengajukan pertanyaan saat di kelas atau meeting di kantor, atau diskusi tentang hal-hal yang menarik bersama teman-teman.

Menulis

Keterampilan keempat adalah menulis. Sama seperti berbicara, kalau kita sudah rajin latihan mendengar dan membaca, menulis biasanya jadi nggak terlalu susah.

Ibarat gelas, mendengar dan membaca adalah keadaan saat gelas diisi air. Saat air itu memenuhi gelas lalu luber dan tumpah, itulah tulisan.

Biar kita bisa menulis dengan baik, menulis lah sebanyak-banyaknya. Ceritakan pengalaman menarik sehari-hari atau hal yang kita pelajari hari ini di buku catatan atau blog. Makin sering, maka kita jadi makin terbiasa menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan.

Nah, kalau kamu bagaimana? Apakah sudah mencoba mendengarkan dengan baik dan banyak membaca? Kalau belum, tapi banyak bicara dan menulis, bisa gawat tuh!

Mesti dilatih ya, biar kemampuan kita berbahasa sehari-hari seimbang dan membuat kita jadi komunikator yang baik. *thumbs*

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry