Soal kode etik dalam dunia jurnalistik di Indonesia ini ibarat sunah; dilakukan berpahala, tidak dilakukan ya nggak apa-apa.

Aturan dasar yang ditetapkan Dewan Pers untuk jadi landasan kerja dan perilaku wartawan profesional di Indonesia itu, entah karena kurang gencar publikasinya atau sebab lainnya, seperti kurang populer untuk dijadikan rujukan dalam pekerjaan jurnalistik sehari-hari.

Baru terasa keberadaannya kalau ada pelanggaran yang dibahas di media sosial atau diadukan ke Dewan Pers lalu kasusnya terpublikasi.

Sebetulnya tidak terlalu jadi persoalan selama tiap pewarta mengingatkan diri sendiri kalau karya jurnalistik yang baik itu: berpihak pada keperluan pembacanya, apa adanya (jujur dan memuliakan fakta), lalu dikemas secara kreatif dan mudah dicerna.

kode etik jurnalistik

Sumber foto: media.afpa.eu

Tapi agar kita sama-sama ingat apa saja poin-poin penting dalam kode etik itu (supaya lebih sah juga kewartawanannya), berikut rangkuman 11 hal penting yang termuat dalam Kode Etik Jurnalistik versi Dewan Pers:

1. Bersikap independen!

Kalau menurut kamus, independen itu bebas atau merdeka. Dalam hal ini artinya kurang lebih bebas atau merdeka dari pengaruh atau paksaan pihak lain. Menyajikan berita apa adanya sesuai fakta, bukan berita pesanan atau ditulis dengan perasaan senang karena mendapat hadiah atau beberapa lembar uang.

2. Profesional dalam menjalankan tugas

Kurang lebih sama dengan poin pertama. Profesional di sini juga berarti terbuka menjelaskan sumber pelengkap tulisan, foto atau video yang dimuat. Contohnya: memberi tautan sumber asli jika mengutip dari situs lain (ini nyaris tidak pernah dilakukan di kebanyakan media di Indonesia yang saya amati).

3. Jangan asal tuduh!

Poin ini lagi ngetren dilanggar belakangan ini. Mungkin karena terdesak harus cepat terbit, sehingga tak cukup waktu untuk menguji informasi dan memastikan tidak ada opini menghakimi yang tercampur dengan fakta. Intinya sih, jangan pernah percaya sesuatu kalau belum benar-benar terbukti.

4. Dilarang berbohong

Salah satu akibat dari meremehkan poin ketiga adalah berbohong, dan ini tidak baik. Janganlah mengada-ada apalagi melakukan fitnah.

5. Bijak menangani identitas korban atau pelaku kejahatan

Bijaksana ini sulit mengukurnya, tapi kalau bisa dilakukan dengan prinsip seperti: korban, pelaku dan anak (berusia kurang dari 17 tahun) yang terlibat langsung atau tidak langsung dengan peristiwa, mesti dirahasiakan identitasnya.

6. Tidak memanfaatkan profesi untuk kepentingan pribadi

Contohnya menerima suap, memotong antrean di kantor pelayanan publik, atau menghindari denda dari polisi saat melanggar aturan lalu lintas. Atau untuk masuk konser gratis? ;p

7. Melindungi narasumber

Wartawan punya hak tolak memberikan informasi identitas atau keberadaan narasumbernya; juga harus menghargai ketentuan embargo (penentuan waktu tayang berita berdasarkan permintaan narasumber), melindungi informasi detail narasumber jika diminta, dan menjaga keterangan narasumber yang disepakati, misal: off-the-record.

8. Hormati keberagaman!

Janganlah kita menyiarkan berita berdasarkan prasangka atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin dan bahasa; juga soal status seperti miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

9. Berpegang pada kepentingan publik

Memang, wartawan harus menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya. Tapi kalau ada bagian dari kehidupan itu yang terkait dengan kepentingan publik, maka tak apalah diungkapkan (contoh: harta hasil korupsi).

10. Berani mengakui kesalahan

Wartawan juga manusia, sesekali bisa salah. Saat itu terjadi, mengakulah. Lakukan ralat dan perbaiki kekeliruan secara terbuka. Lengkapi dengan permintaan maaf pada pembaca, pendengar atau penonton medianya.

11. Menerima koreksi pada bagian yang keliru

Terkait salah tadi, ada pula yang namanya hak jawab dan hak koreksi; yang merupakan hak seseorang atau kelompok untuk menanggapi dan menyanggah informasi yang dianggap merugikan nama baiknya, atau mengusulkan perbaikan atas kekeliruan fakta yang termuat pada berita.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry